MINGGU PRAPASKAH

PRAPASKAH adalah persiapan sebelum paskah. Masa Prapaskah adalah masa dimana umat mengenang dan menghayati kembali seluruh pelayanan Yesus yang penuh tantangan dan derita, yang dimulai dari Kaisarea Filipi sampai di Yerusalem. Oleh karena itu, masa ini adalah merupakan kesempatan untuk umat berpuasa, meratap, sadar diri, menyesal  dan bertobat.

Mengacu pada kesaksian Alkitab tentang masa pergumulan dan pertobatan, baik yang dialami umat Israel di padang gurun; Musa di atas gunung; Elia dalam perjalanan ke Horeb; Pertobatan orang Niniwe setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan terakhir Yesus yang berpuasa di padang gurun maka GPIB memperingati masa prapaskah selama 40 hari atau Enam Minggu. Bahasa latinnya adalah Quadragesima (berarti ‘yang ke-40’); hari ke-40 sebelum Paskah. Minggu Prapaskah dimulai dengan ‘Rabu Abu’ (hari Rabu sebelum Minggu Prapaskah VI).

RABU ABU Awal Masa 40 hari; bukan Hari Rabu sebelum Jumat Agung. Abu yang secara simbolik ditaruh di atas kepala atau dijadikan tempat tidur menunjukkan perendahan diri, intropeksi, perkabungan, pertobatan, pendekatan diri kepada Tuhan : manusia tidaklah lebih daripada debu di hadapan Allah (Kej.18:27; 2 Sam.13:19; Est.4:1,3; Ayb.2:8;42:6 Yes.58:5, Yeh. 27:30; Dan 9:3; Yun.3:6).

Oleh karena dinamakan Minggu Prapaskah maka perhitungannya adalah mulai dari Minggu Prapaskah VI dan seterusnya sampai Minggu Prapaskah I. Hal ini penting karena Jumat Agung atau peringatan Kematian Yesus Kristus terjadi dalam Minggu Prapaskah I. Jika dihitung menurut jumlah hari antara Rabu Abu dan Paskah, maka ternyata jumlah itu bukan 40, melainkan 46. Dalam hal ini, 6 Hari Minggu tidak termasuk karena hari Minggu tetap mengacu kepada Kebangkitan Kristus. Bagaikan enam oasis di padang gurun yang menjadi tempat untuk melepas lelah dan penyegaran untuk terus menjalani gurun kehidupannya, demikianlah 6 Hari Minggu dalam masa prapaskah yang menjadi tempat persinggahan umat untuk memperoleh kekuatan agar tabah melangkah menjalani masa 40 hari sampai memuncak pada Hari Paskah.

INVOCABIT Kata Latin Invocabit = ‘Bila ia berseru’ (Mzm. 91:15), sesuai dengan antifon Mazmur Pembukaan pada Hari Minggu VI Prapaskah.

REMINISCERE Reminiscere = ‘Ingatlah’ (Mzm.25:6), sesuai dengan antifon Mazmur Pembukaan pada Hari Minggu V Prapaskah.

OCULI Oculi = “Mata (ku) ‘Mzm. 25:15), sesuai dengan antifon Mazmur Pembukaan pada Hari Minggu IV Prapaskah.

LAETARE Laetare = ‘Bersukacitalah’ (Yes. 66:10), sesuai dengan antifon untuk Mazmur 122 sebagai Mazmur Pembukaan pada Hari Minggu III Prapaskah.

JUDICA Judica = ‘Berilah Keadilan’ (Mzm.43:1), sesuai dengan antifon Mazmur Pembukaan pada Hari Minggu II sebelum Paskah.

PALMARUM berarti ‘Hari Palma’ (bnd. Yoh.12:13), yaitu Hari Minggu Prapaskah I. Jika tematiknya tidak berhubungan dengan perjalanan Yesus Masuk ke Yerusalem, maka Hari Minggu ini juga dapat disebut Hari Minggu Passio (Minggu Sengsara).

Simbol Minggu Prapaskah adalah gambar Ikan (Yun. IXHTUS) dengan warna dasar ungu tua dengan tulisan ‘Yesus Kristus, Anak Allah, Juruselamat) dari kata IXHTUS = YESU KRISTU, THEOS HUIOS, SOTERIA

  • Warna dasar : Ungu Tua
  • Lambang/Logo : Ikan (ICHTUS)
  • Warna pinggir ikan dan huruf : Kuning
  • Tulisan : Yesus Kristus, Anak Allah, Juruselamat
  • Arti : Tanda ini merupakan suatu Sandi rahasia di kalangan orang Kristen mula-mula yang sedang mengalami penganiayaan. Pada masa penyiksaan dan penganiaayaan yang hebat itu mereka tidak bisa saling menyatakan diri sebagai pengikut Yesus. Karena itu, agar mereka tetap bersatu dan saling mengenal di antara mereka sebagai pengikut Yesus, dan terlebih tetap mengakui iman bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah dan Juruselamat maka mereka menggambar ikan di telapak tangan mereka masing-masing.

Simbol Prapaskah berganti pada malam Jumat Agung

MINGGU SESUDAH PENTAKOSTA

Minggu Pentakosta ini dirayakan selama 26 minggu. Masa ini disebut masa Gereja berjuang.Ada yang menyatakan bahwa sesudah Minggu Trinitas sudah tidak ada lagi hari raya. Sebenarnya, masih ada yaitu hari Minggu. Di mana melalui setiap hari Minggu, Gereja diingatkan tentang penyertaan TUHAN di dalam perjuangan hidup Gereja. ALLAH selalu beserta dengan GerejaNYA (ALLAH beserta kita) itulah perayaan yang besar dan penuh puji-pujian dan syukur.

Warna dasar : Hijau
Lambang/Logo : Burung merpati dengan ranting-ranting zaitun diparuhnya, perahu berlayar dan pelangi  
Warna Lainnya: 

  1. Pelangi : Merah, kuning hijau.
  2. Burung : Putih.
  3. Ranting : Pinggir Putih.
  4. Salib : Hijau.
  5. Ombak : Putih.

Arti:
Pada mulanya dalam sejarah Gereja. Perahu merupakan symbol dari Gereja. Ide ini menjadi berarti bagi orang Kristen mula-mula yang mengalami penganiayaan dan pergumulan, ketika mereka mengetahui bahwa akan ada pertolongan dari TUHAN. Hal ini nyata lewat perpaduan antara perahu dan pelangi. Di sini janji ALLAH tentang pertolonganNYA itu mendapat penekanan yang kuat. Pelangi melambangkan kesetiaan ALLAH atas janjiNYA untuk memelihara bumi, dalam hal ini Gereja. Burung merpati dengan ranting zaitun di paruhnya mengungkapkan tentang janji keselamatan dan kehidupan dari ALLAH (band. Kej. 8:10-11) yang akan terus menyertai sampai ke tempat tjuan. Jadi sekalipun Gereja mengalami berbagai goncangan dan cobaan, Gereja akan tetap hidup di dalam dan oleh janji ALLAH tersebut.